Minggu, 26 Juli 2020

Dampak Perkembangan Teknologi di Era Revolusi Industri 4.0



     Dampak perkembangan teknologi digital

        Revolusi keempat ini ditandai dengan bersatunya beberapa teknologi antara cyber physical system, internet segala aktivitas (Internet of Things) dan sistem internet. Ide utama model industri ini adalah menciptakan smart factory dimana mesin-mesin dilengkapi konektifitas jaringan dan terkoneksi ke sistem yang bisa memvisualisasikan seluruh rantai produksi dan membuat keputusan sendiri.
Perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 telah mendistrupsi tatanan dunia secara pesat. Perubahan itu tidak memerlukan waktu ribuan tahun, seperti teori evolusi Chareles Darwin dalam karyanya On the Origin of Species. Perubahan itu hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat. Dalam keadaan yang serba cepat saat ini, yang berubah tidak hanya fenomenanya saja, seperti offline menjadi online, dunia nyata menjadi dunia maya, media cetak menjadi media sosial dan lain sebagainya. Namun juga memiliki dampak yang besar terhadap perubahan perilaku masyarakat Indonesia. Secara garis besar, perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 ini memiliki dampak terhadap nilai-nilai dan perilaku masyarakat Indonesia.
Dampak tersebut terbagi menjadi dampak positif dan negatif. Berikut ini adalah dampak perkembangan teknologi di revolusi industri 4.0 terhadap perubahan perilaku masyarakat Indonesia. Dampak positif dengan adanya  perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 terhadap perilaku masyarakat :

  1. Meningkatkan kemandirian. Dengan kecanggihan teknologi masyarakat dipermudah dalam melakukan aktivitas secara mandiri dengan bantuan teknologi yang semakin hari semamkin canggih.
  2. Memunculkan  kreatifitas individu dan masyarakat. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih masyarakat mempunyai potensi untuk memberdayakan kreatifitasnya, menciptakan peluang baru bagi ekonomi, sosial, maupun pengembangan diri pribadi.
  3. Menumbuhkan sikap percaya diri pada individu dan berani mengambil resiko. Kebiasaan konsumen yang terlihat dari cara mereka mencari, membayar, menggunakan hingga membuang barang-barang yang dibeli setelah dikonsumsi mendorong para pemasar untuk berani mengambil resiko dalam membuat strategi-strategi dan berinovasi guna menemukan saluran alternative yang lebih efektif untuk menarik konsumen. 
  4. Menumbuhkan sikap kritis, komunikatif dan kaloboratif. Sebagai generasi millennial mampu meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kerja sama tim dalam menghadapi perubahan teknologi.
  5. Menumbuhkan jiwa peserta didik  untuk mampu bersaing menghadapi tantangan baru dan mampu beradaptasi dengan dunia digital.
  6. Meningkatkan kemampuan generasi bangsa pada kemampuan berkomunikasi dan penguasaan teknologi dan ilmu desain dengan harapan dapat menciptakan lulusan yang kompetetif di era revolusi saat ini dan yang akan mendatang.

     Sedangkan dampak negatif dengan adanya  perkembangan teknologi di era revolusi industry 4.0 terhadap perilaku masyarakat :

  1. Hilangnya rasa perduli terhadap lingkungan. Data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada antara Juli 2016-Juni 2017 memperlihatkan adanya deforestasi hutan sebesar 497.000 hektar atau sebesar 64,3% dari jumlah hutan di Indonesia. Persoalan lingkungan juga tidak berhenti sampai di situ, Indonesia bahkan dikategorikan masuk ke dalam Negara terkotor keemat di dunia, menurut hasil riset International Earth Science Information Network tahun 2015. Kerusakan alam ini semata-mata tidak hanya terjadi akibat limbah yang dihasilkan dari proses produksi. Di balik itu, terjadi pergeseran paradigm manusia dalam memandang alam. Dalam hal ini, Max Weber menyatakan bahwa sejak modernitas berkembang biak, manusia hanya menggunakan “akal instrumental” yang kemudian memperlakukan alam sebagai sesuatu yang bisa diperalat, dengan hasil yang bisa diarahkan. Akibatnya dunia modern dan kerusakan ekologi cepat bertaut. Manusia seakan lepas dari alam dan hidup pada realitas lain. Keterasingan ini membuat hubungan manusia dengan alam hanya menjadi subjek (yang menguasai) dan objek.
  2. Hilangnya atau terkikisnya moral bangsa Indonesia. Generasi milenial, generasi yang lahir pada sekitar 1980-2000an, sudah menunjukan gejala degradasi mental. Kebebasaan yang tanpa batas serta hilangnya perilaku etis dimedia sosial merupakan salah satu contoh dari degredasi moral tersebut. Rhenald Kasali menyebut  milenial sebagai generasi strawberry, yang digambarkan sebagai generasi yang menarik, namun rapuh karena tidak memiliki mentalitas dan nilai-nilai yang kuat.
  3. Perilaku yang tidak pernah puas dan kurang bersyukur. Dimulainya era otomatisasi telah membuat produksi semakin berlipatdan memangkas waktu serta biaya yang dikeluarkan. Namun demikian, pada kahirnya segala macam cara dilakukan dan ditemukan , dengan penggunaan serba otomatis membuat penggunaan tenaga manusia berkurang secara signifikan. Akibatnya, terjadi peningkatan jumlah pengangguran. 
  4. Memisahkan antara raga dan jiwa. Dalam artian banyak masyarakat yang memisahkan antara kehidupan dunia dengan ajaran ilmu agama dan etika.
  5. Gaya hidup masyarakat yang konsumptif. Semakin adanya sistem online untuk mempermudah pekerjaan manusia menjadikan manusia relatif malas karena semua dilakukan serba instan dan terkadang menyepelekan waktu.
  6. Mendekatkan yang jauh dan menjaukhan yang dekat. Dalam lingkup antar anggota keluarga kurang adanya keterbukaan dan keharmonisan, sibuk berinteraksi dan eksis di dunia maya dengan berbagai media sosial.
  7. Mudah percaya dengan berita bohong (hoax) akibat mudah menyebarnya dan cepatnya penyebaran informasi. Setiap orang yang memegang smart phone dengan beragamnya aplikasi media sosial di dalamnya sangat mudah untuk mengunggah, menerima dan menyebar luaskan  informasi apapun tanpa diketahui kebenarannya.
  8. Berperilaku kebarat baratan dengan mengikuti trend dan fashion yang sedang viral. Dengan kemudahan dalam mengakses konten-konten apapun yang diinginkan, perilaku tersebut mengakibatkan masyarakat yang individualis dan hedonis karena senanganya berfoya-foya dan tidak suka kritik dan saran dari orang lain mengenai kebebasan dalam mengekspos dirinya sebebas mungkin tanpa  memikirkan dampak baik dan buruknya. 
  9. Banyaknya gerakan-gerakan berbasis media sosial dengan mengusung ideologi politik tertentu sehingga rentan terjadinya permusuhan dan perpecahan dengan menyebarkan ujaran kebencian dan saling menjatuhkan. 

Refrence :

Hamdan. 2018. Industri 4.0: Pengaruh Revolusi Industri pada Kewirausahaan  
            demi Kemandirian Ekonomi. Journal. http://ojs.unpkediri.ac.id. (diakses pada tanggal 26 Maret 2020).
Hamidah, Siti Nur. 2017. Dampak positif dan negative  dari perkembangan 
            teknologi informasi dari berbagai bidang. http://www.google.com/amp/s/sitinurhamidah30.wordpress.com. (diakses pada tanggal 26 Maret 2020).
Http://translate.google.co.id. (diakses tanggal 03 April 2020).
Mumataha, Hani Atun dan Halwa Annisa. 2019. Analisis Dampak 
            Perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 pada Masyarakat Ekonomi (E-Commerce). http://pilar.unmermadiun.ac.id. (diakses tanggal 03 April 2020).
Ningsih, Murti. 2019. Penagruh Perkembangan Revolusi Industri 4.0 dalam   
          Dunia Teknologi di Indonesia. https://osf.io. (diakses pada tanggal 26 Maret 2020).
Prasetyo, Banu dan Umi Trisyanti. 2018. Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan 
             Perubahan Sosial. Journal. http://iptek.its.ac.id. (diakses pada tanggal 26 Maret 2020).


Puisi Bertema Rindu

Bendungan Rindu
By : Susilawati

Riak angin menerpa dedaunan saat hawa dingin mengisi keheningan malam..

Rintih hati anak gadis disepertiga malam sedang bersua pada Tuhan 
Betapa rindu hatinya pada seseorang

Terdengar lirih oleh bumi lantun doa yang dipanjatkan
Terdengar oleh langit letupan rindu-rindu yang tak tertahan..

Tak seorangpun tahu pada siapa dia mencinta,  bahkan samping kanan kirinya pun tak curiga

Hatinya mencoba tenang tak berkicau membendung kerinduan yang teramat dalam.. 
Bahkan meluap hingga kepermukaan, 
banyak orang yang tak sadar bahwa diri ini sedang kacau

Mencintai dengan bisu aku bisa itu namun merindu dengan kaku aku tak mampu 

Aku bendungan rindu menahan derasnya volume kerinduan padamu..

Artikel Tentang Pentingnya Toleransi dalam Kehidupan Beragama, Berbangsa dan Bernegara

 https://drive.google.com/file/d/12onq7p787TYGr1hUHLwH0jmuWYw0JSXA/view?usp=drivesdk